Golkar Rekomendasikan Adi Sukemi dan Imustiar Menjadi Unsur Pimpinan DPRD Pelalawan

  • Whatsapp
Ketua Dewan Pensehat DPD II Golkar Pelalawan HM Harris didampingi Pimpinan Rapat Marhadi MR dan Ketua DPD II Golkar Adi Sukemi, sedang memberikan arahan.(Anton)

PANGKALAN KERINCI (HR)-Belum lama ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Pelalawan, menggelar rapat pleno pengurus harian beserta anggota DPRD terpilih.

Rapat tersebut menentukan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Pelalawan untuk masa bakti 2019-2024 dari Fraksi Partai Golkar, serta dihadiri Ketua Dewan Penasehat Golkar Pelalawan HM Harris, Ketua DPD II Golkar Pelalawan Adi Sukemi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, hadir juga Wakil Sekretaris DPD I Golkar Riau Asmuni, seluruh anggota DPRD terpilih, serta Ketua PK Partai Golkar se-Kabupaten Pelalawan.

Rapat tersebut dipimpin Marhadi MR selaku Kordinator Bidang Pemenangan Pemilu Kabupaten Siak dan Pelalawan DPD I Golkar Riau. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan beberapa syarat untuk dapat menduduki kursi yang bergensi di DPRD Pelalawan.

“Untuk dapat menjadi Pimpinan Dewan, DPP Golkar telah menetapkan beberapa persyaratan,” ujar Marhadi kala itu.

Adapun syarat tersebut adalah memiliki pendidikan Sarjana Strata Satu (S1). Lalu pernah menjabat sebagai anggota DPRD baik itu di kabupaten, provinsi maupun pusat minimal satu periode. Kemudian tidak pernah pindah partai selain Partai Golkar.

Dari 9 anggota DPRD terpilih masa bakti tahun 2019-2024, akhirnya kuorum menetapkan 3 nama yang akan diajukan ke DPP Partai Golkar sebagai calon pimpinan.

Tiga nama tersebut adalah Ketua DPD II Partai Golkar Pelalawan, Adi Sukemi yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Kecamatan Bandar Sei Kijang dan Langgam. Dalam riwayat hidupnya, Ketua DPD Partai Golkar Pelalawan ini ternyata sudah pernah menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI pada tahun 2009-2014.

Kemudian Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar dari Dapil 3 Kecamatan Ukui dan Kerumutan. Dalam catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pelalawan, legislatif muda ini merupakan legislatif terpilih dengan suara terbanyak di Pelalawan. Tidak itu saja juga merupakan legislatif petahana.

Dan yang terakhir Baharuddin. Politisi muda Partai Golkar ini merupakan Wakil Ketua di Komisi II. Namun disayangkan terganjal dengan aturan yang menyebutkan tidak pernah pindah partai sebelumnya.

Baharuddin pernah berkiprah di Partai Amanat Nasional (PAN) sebelum melangkah ke DPRD dari Partai Golkar.

Karena adanya salah satu anggota legislatif yang terganjal aturan dan peraturan rapat pleno akhirnya sampai kepada kesimpulan yakni menetapkan dua nama yang akan diajukan ke DPP Partai Golkar untuk menduduki kursi pimpinan.

“Dua nama itu, Adi Sukemi dan Imustiar yang akan direkomendasikan ke DPP,” sebut Marhadi.(ton/dod)

Comments

Pos terkait