Razia Penertiban Kendaraan di Riau Mulai Digelar

  • Whatsapp
Razia penertiban kendaraan sudah dimulai di Pekanbaru (dod)
PEKANBARU (HR)-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau akhirnya merealisasikan rencana melakukan razia penertiban pajak kendaraan bermotor, Kamis (25/7). Dalam kegiatan tersebut, Bapenda menggandeng pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Bank Riau Kepri (BRK).
Dengan mengambil tempat di depan Purna MTQ Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, puluhan petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang melintas. Tidak hanya kendaraan pribadi, kendaraan dinas berplat merah hingga angkutan umum juga turut diperiksa.
Hasilnya ratusan kendaraan terjaring razia. Umumnya kendaraan yang terjaring itu karena pajak mati, dan surat-surat tidak lengkap. Selain itu, pengendara yang tidak lengkap atribut saat membawa kendaraan turut dijaring.
Dikatakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Pajak pada Bapenda Riau, Rudi HS mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mendorong pendapatan ke kas daerah. Salah satunya, terkait pajak kendaraan bermotor.
“Pajak kendaraan bermotor ini salah satu pendapatan yang dominan di daerah kita ini. Jumlah kendaraan bermotor di Riau rata-rata mencapai 200 ribu kendaraan, sementara pembayaran pajaknya tidak sebanding dengan jumlah itu,” ujar Rudi, Kamis siang.
Untuk itulah, kata Rudi, pihaknya menggandeng sejumlah pihak dalam kegiatan tersebut. Seperti Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Riau, Dishub Riau. Selain itu juga tampak, pegawai Jasa Raharja, dan BRK.
“Razia ini akan dilakukan di setiap kabupaten kota di Riau hingga akhir Desember 2019 mendatang,” lanjut dia.
Dalam kesempatan itu dipaparkannya, dari data yang dimiliki, jumlah kendaraan wajib pajak itu ada sekitar 2 juta unit, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 juta unit yang turun membayar pajak.
“Berarti sekitar 700 ribu atau lebih kendaraan yang tidak bayar pajak,” imbuh Rudi.
Sementara, untuk kendaraan yang terjaring razia tersebut akan diberikan kesempatan untuk membayar pajak secara langsung di lokasi razia. “Jika tidak dapat membayar langsung, kita beri masa tenggang selama tiga hari untuk melunasi tunggakannya,” sebut Rudi lagi.
“Untuk yang langsung bayar kita sediakan sarana seperti mobil Samsat keliling, atau bisa juga langsung menggunakan aplikasi E-Samsat melalui handphone di sini untuk melakukan pembayaran,” sambungnya menutup.(Dod)
Comments

Pos terkait