Aura Positif ‘Politik Nasi Goreng’

  • Whatsapp

 

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengunjungi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).

Bacaan Lainnya

Saat jumpa pers suasana hangat tergambar dari kedua tokoh politik tersebut.

Dalam kesempatan itu, Megawati menegaskan tidak ada koalisi ataupun oposisi.

Megawati mengatakan Indonesia tidak mengenal istilah ‘koalisi’ ataupun ‘oposisi’. Menurut dia, perbedaan pendapat dalam berpolitik adalah hal yang biasa.

“Sebenarnya kan kalau kita berbeda pendapat itu adalah sebuah ruang yang biasa, kenapa harus diterus-teruskan. Mari kita rukun kembali menjalin persahabatan kita mendapat ujung, yaitu untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan kita tentu harus bisa melakukannya dengan diskusi,” tuturnya.

Presiden RI kelima ini kemudian mengungkapkan jika Prabowo terus menagih untuk bertemu dirinya guna menyantap nasi goreng buatannya. Prabowo, kata Mega, mengaku jika nasi goreng buatannya enak sekali.

“Untunglah kalau seorang perempuan pemimpin dan politisi rupanya ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki, nah itu namanya politik nasi goreng yang ternyata ampuh,” ujar Megawati sembar tersenyum.

Di sisi lain, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto berbicara soal membantu mengatasi masalah bangsa.
“Kami menyambung kekeluargaan, persahabatan lama. Saya selalu merasa dapat penghormatan dan perlakuan yang baik dari sejak dulu,” kata Prabowo.

Prabowo mengakui memang terkadang ada beberapa perbedaan sikap politik antara dia dan Mega. Menurutnya, perbedaan itu biasa karena yang terpenting ialah menyambung tali kekeluargaan sehingga bisa membantu mengatasi masalah kebangsaan.

“Kadang-kadang kita mungkin berbeda dalam beberapa sikap politik yang tidak prinsip, menurut saya, karena yang utama kami sama-sama patriot, sama-sama komit dengan NKRI sebagai harga mati,” ucap Prabowo.

“Kalau ada perbedaan, itu biasa. Di ujungnya kita selalu ingin melanjutkan dan menyambung tali persaudaraan tali kekeluargaan dan hubungan yang rukun, hubungan yang baik, sehingga kita bisa membantu mengatasi masalah-masalah kebangsaan,” sambungnya.

Atas pertemuan kedua tokoh politik tersebut di atas, hal ini tentu akan menelurkan situasi dan konstalasi politik nasional yang mulai sejuk dan teduh. Beberapa waktu lalu, Prabowo pun telah melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Momentum pertemuan keduanya pun menjadi pintu pembuka untuk komunikasi politik yang lebih sehat guna terciptanya suhu politik yang teduh yang pada ujungnya akan menciptakan iklim pembangunan kondusif. Karena, bagaimanapun muara dari kompetisi politik adalah terciptanya pembangunan yang lebih baik.

Meski dari dua pertemuan yang terjadi di atas tidak menjustifikasikan keberadaan oposisi dan koalisi, tapi pada perjalannya tentu kita pun berharap tetap ada poros yang mengawasi dan mengkritisir pembangunan yang dilakukan pemerintahan pada lima tahun mendatang sebagai poros penyeimbang agar tidak terjadi pembangunan yang kebablasan.

Tapi, kita yakin, para elite bangsa kita ini, tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan manapun. NKRI adalah harga mati dan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat menjadi tujuan utama. Politik adalah alat untuk kemakmuran itu. Suasana politik teduh akan mendorong percepatan tercapainya tujuan bernegara.***

Comments

Pos terkait