Hari Ini Penetapan Status Siaga Karhutla

  • Whatsapp

Pekanbaru (HR)-Sejak awal Januari 2019 lalu, tercatat telah terjadi kebakaran hutan lahan seluas 653,71 Ha di Riau.

Kebakaran terjadi akibat ulah dari masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, dan kejadian ini terus terjadi selama musim panas yang melanda wilayah Riau.

Bacaan Lainnya

Kepala Bada Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, mengatakan, Karhutla di Riau tidak pernah karena terbakar sendiri tapi dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Dan kesadaran masyarakat dengan membuka lahan dengan cara membakar belum hilang.

“Akibatnya yah setiap tahun terjadi Karhutla, walaupun selalu dilakukan patroli tetal saja kesadaran membuka lahan dengan cara membakar tidak hilang. Saat ini data yang kami terima luas lahan yang terbakar seluas 653.73 Ha,” ujar Edwar Sanger, Minggu (17/2).

Dijelaskan Edwar Sanger, daerah yang terluas KarhutL berada di Kabupaten Bengkalis dengan 446 ha, disusul Rokan Hilir 117 Ha, dan Kota Dumai 35.5 Ha.

Agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas, Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, mengeluarkan status siaga darurat asap akibat Karhutla, sejak pekan lalu.

“Jadi, karena sudah dua daerah yang sudah membuat status siaga darurat. Dan dijadwalkan besok (hari ini red), kita akan rapatkan untun menetapkan status siaga darurat Karhutla untuk Provinsi, nanti Gubernur Riau teken barulah kita sampaikan ke pusat untuk meminta bantuan penanggulangan Karhutla seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Edwar Sanger.

Saat ini, timnya bersama BPBD Kabulaten Kota, dan pihak terkaitnya lainnya, telah melakukan pemadaman terhadap Karhut yang terjadi. Baik melalui darat maupun udara, dengan menggunakan bantuan Hely dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hely Bell, dan Hely super puma dari perusahaan Sinar Mas.

“Sekarang kita terbantukan oleh dua Hely itu, water bombing di daerah yang tidak bisa terjangkau melalui darat. Saat ini titik api sudah mulai berkurang, ditambah hujan yang turun dalam beberapa hari ini,” kata Sanger.

Sementara itu dari data Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tercatat 5 titik hotspot, 4 di Kabupaten Bengkalis dan 1 di Kota Dumai.(nur)

Comments

Pos terkait