Siswa SMP Dilarang Bawa Kendaraan ke Sekolah

  • Whatsapp

PEKANBARU (HR)- Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyatakan penerapan kebijakan melarang siswa SMP membawa kendaraan ke sekolah masih tetap berjalan, bahkan untuk efektifinya kebijakan tersebut pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polresta untuk memberikan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah yang ada.

“Kita tegas melarang siswa SMP bawa kendaraan ke sekolah. Kita juga kerjasamakan dengan pihak Satlantas untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa. Peran orangtua sangat diperlukan dalam persoalan itu, karena siswa SMP kan belum punya SIM, jangan diizinkanlah bawa kendaraan ke sekolah,” terang Jamal.

Bacaan Lainnya

Membuktikan pelarangan tetap berjalan, Abdul Jamal, menjelaskan pihak sekolah tak menyiapkan fasilitas parkir bagi siswa. Namun yang terjadi siswa malah sembunyi-sembunyi menitipkan kendaraannya di rumah warga yang memiliki pekarangan luas. “Tak ada fasilitas parkir kendaraan di sekolah untuk siswa. Tapi itulah siswa kucing-kucingan, tetap bawa kendaraan tapi dititip di rumah warga. Wargapun secara tak langsung mendukung siswa bawa kendaraan karena mengharapkan penghasilan dari uang parkir yang mereka pungut,” katanya.

Ditanyakan, apakah Disdik ada berkoordinasi dengan OPD terkait rencana untuk mengadakan kendaraan pengumpan (feder), Jamal menjawab sesuai arahan wako, memang ada. “Ada rencana untuk mengadakan kendaraan pengumpan itu, tapi tidak dengan kendaraan bus kota. Karena bus kota besar, tak masuk ke sekolah, mungkin menggunakan kendaraan lain,” jelasnya.

Jamal juga mendukung pihak Satlantas menilang kendaraan siswa yang masih nekad membawa kendaraan ke sekolah. “Kita mendukung Satlantas, bahkan untuk program tetap berjalan, tilang saja kendaraanya. Untuk memberikan efek jera,” tutupnya.(her)

Comments

Pos terkait