Wako Kaget Listrik Rusunawa Rejosari Diputus

  • Whatsapp

PEKANBARU (HR)- Penghuni Rumah Susu Sewa (Rusunawa) Rejosari protes listriknya diputus.

Walikota Pekanbaru, Firdaus kaget saat dikonfirmasi terkait aksi protes yang dilakukan sejumlah penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Rejosari. Firdaus mengaku belum mendapatkan informasi tersebut dan akan mengecek kebenaran infrmasi tersebut ke pengelola Rusunawa. “Terimakasih informasinya. Nanti akan saya cek ke UPTDnya,” kata Firdaus, Selasa (23/10).

Selain belum mendapatkan informasi terkait aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah penghuni Rusunawa karena listriknya diputus, Firdaus juga tidak mengetahui sistem sewa dan pembayaran listrik di Rusunawa tersebut. “Itu sewa, itukan kan rumah bukan gratis, disewa, tentu listriknya juga begitu. Saya tidak ini atau aturannya gimana. Apakah listrik termasuk sewa, atau bayar sendiri,” ujarnya.

Firdaus menyayangkan kejadian aksi pemutusan listrik di Rusunawa ini bisa terjadi. Pihaknya meminta dinas terkait dan pengelola Rusunawa untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. “Sekali lagi terimakasih informasinya. Ini akan menjadi perhatian kami, pelayanannya harus ditingkatkan,” katanya.

Sebelumnya, puluhan masyarakat yang tinggal di Rusunawa Rejosari mendatangi Kantor Dinas Perkim di Jalan Datuk Setia Maharaja, Senin (22/10).

Kedatangan penghuni Rusunawa menuntut agar Pemko dalam hal ini Dinas Perkim segera melunasi tunggakan listrik yang belum dibayar.Sebab sejak beberapa hari ini mereka terpaksa harus bergelap-gelapan karena listriknya ditutup.

Sementara Kepala Dinas Perkim Kota Pekanbaru, Ardhahni, mengungkapkan pihaknya langsung menindaklanjuti aksi protes para penghuni rusunawa tersebut. Tak ingin berpolemik dan membuat suasana gaduh, pihaknya langsung mencarikan pinjaman untuk membayarkan tagihan listrik di Rusunawa tersebut ke PLN.

“Aliran listrik di Rusunawa sudah hidup. Sudah kita upayakan untuk membayar tunggakannya ke PLN. Ini bentuk empati kami kepada masyarakat. Walaupun anggaran baru bisa cair di awal November, tapi kita upayakan agar warga tidak gelap-gelapan tinggal di rusunawa,” kata kata Ardani, Selasa (23/10) sore.

Tak tangung-tangung, ternyata jumlah tunggakan tagihan listrik tersebut sudah 11 bulan, dengan total nilai tagihan sebesar Rp173 Juta.(tpc)

Comments